Bumi Dan Lingkungan Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama
:: PEJABAT EKSEKUTIF, LEGISLATIF, YUDIKATIF YANG KORUP HARUS DIADILI :: USUT DALANG SUAP PEMILIHAN DG BI :: DUKUNG KPK SELIDIKI ANGGOTA DPR YANG MENDAPAT SUAP PEMILIHAN DG BI :: ::
Photobucket
Visi Kesehatan

Kamis, 08 Oktober 2009

Menelaah Pemimpin Baru Partai Kuning

Kuning, itulah warna dari identitas sebuah salah satu partai yang cukup besar pada eranya dulu. Golkar itulah nama partai itu, semua orang tau bagaimana sepak terjang partai berlambang beringin ini, tidak ada pilihan lain selain golkar jikakita mengingat pada jaman-jaman era orde baru.

Hiruk pikuk pemilihan ketua umum partai golkar, membuat kita tercengang dengan apa yang terjadi di negeri ini, berbarengan dengan itu tetangga dari provinsi dimana golkar mengadakan munas, porak poranda oleh gempa 7,6 sr.

Padang, Sumatera Barat ramai akan masyarakat kita yang sedang mengalami musibah, dan tak kalah ramainya juga di Pekanbaru orang berebut kekuasaan. Apakah ini sebuah hal yang biasa untuk masa sekarang, jika kita sedikit ingin memberikan arti pada sebuah keberlangsungan hidup bangsa ini, mungkin kita bisa melakukan ulur waktu untuk melakukan pemilihan itu, namun mungkin kita juga tidak berhak untuk memaksakan kehendak, ke dalam program yang telah direncanakan secara matang oleh Golkar.

Setelah beberapa hari munas berjalan, dengan perolehan suara terbanyak yaitu 269 suara akhirnya terpilihlah Aburizal Bakrie atau yang biasa disapa "ical" untuk memimpin partai warna kuning ini 2009-2015, menghempaskan rival beratnya Surya Paloh yang hanya mendapatkan 240 suara.

Akankah keterpilihan Ical ini akan memberikan nuansa baru bagi kehidupan bangsa ini, sosok dari ical yang dikenal memegang group besar usaha, serta pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di negara ini mudah-mudahan akan bisa memberikan warna bagi kesejahteraan.

Sebagai pengusaha besar, sosok Aburizal Bakrie memang mampu memberikan arti baru, namun kita juga tetap tidak boleh melupakan semangat bahwasannya sosok baru ini juga banyak mempunyai tanggung jawab moril dan materil terhadap keberlangsungan lingkungan, kasus Lapindo Brantas yang telah mengganyang pemukiman warga sidoarjo, sehingga mereka kehilangan tempat tinggal serta harus hengkang dari lingkungan tercinta adalah sebuah potret yang harus tetap dikritisi.

Mungkin permasalahan Lapindo Brantas adalah salah satu fenomena yang harus diwaspadai, karena kita tau kekuasaan di negara ini cenderung mengarah kepada praktik KKN, dan kita menyadari, jika kekuasaan kembali kepada bentuknya seperti orde baru, kerusakan lingkungan akan semakin bertambah, pengelolaan hutan semakin menggila, situasi dan kondisi inilah yang layak kita cermati.

Memang kita tidak boleh berburuk sangka terlebih dahulu, yang perlu kita tegakkan adalah mengajak masyarakat sekalian untuk tetap kritis dan selalu berada pada koridor kecintaan terhadap bumi, bumi adalah milik kita, namun sebuah pertanggungjawaban moral harus selalu dijaga. Pemimpin baru adalah harapan baru, kesejahteraan baru, bukan eforia kekuasaan semata. (rex98)




Rabu, 07 Oktober 2009

UNTUK BUMI KAMI BICARA, MARI BERKAMPANYE UNTUK BUMI


EARTH APPAREL CAMPAIGN
production by : BUMI

Anda tertarik untuk ikut bicara memelihara bumi, melalui produk kata-kata t-shirt kami, segera dapatkan t-shirt kami :

Wilayah Jakarta : Rp.35.000 (sudah + ongkos kirim)
Luar Jakarta : Rp.45.000 (sudah + ongkos kirim)

Cara mendapatkan mudah, Telp kami atau email kami, pilih barangnya dengan temanya, silahkan transfer harga barangnya, barang akan kami kirim.

Sementara yang kami display berwarna putih, untuk warna lain tetap tersedia di
bascamp BUMI

Jl. Raya Meruya Selatan No 2
Kembangan-Jakarta Barat
Telp : 021-58907687

Hotline :
021-99833545
021-99060143

Email :
bumiindonesia@ymail.com
areby98@yahoo.com

Minggu, 04 Oktober 2009

POLITIK DAN LINGKUNGAN

Selamat kepada para legislative terpilih, sebuah ungkapan yang layak kita ucapkan bagi para legislative yang sekarang sudah dilantik untuk menduduki kursi yang beberapa bulan kebelakang telah ramai mereka perjuangkan. Semoga apa yang mereka kerjakan selama ber bulan-bulan demi mendapatkan jatah kursi di gedung bergengsi itu mampu berimbang dengan apa yang mereka janjikan dalam perjuangan untuk mendapatkannya itu.


Begitu kerasnya persaingan dalam mendapatkan jatah kursi legislative, mengingatkan kita dahulu ketika kita ingin masuk ke sebuah perguruan tinggi negeri, begitu rajinnya kita belajar, begitu antusiasnya kita mendalami soal-soal yang akan di ujikan nanti. Itu hanya sebuah analogi kecil yang sebenarnya jauh sekali perbedaannya namun semangatnya hampir menyerupai.


Legislatif atau bahasa tenarnya anggota dewan, adalah sebuah posisi dimana terpikul sebuah tugas berat yang oleh rakyat atau konstituennya di amanatkan kepadanya, hampir 30 lebih partai politik terdaftar dalam pemilu kemarin, serta ratusan nama-nama legislative bertengger bercampur dengan calon-calon muka baru ataupun muka lama yang telah hafal medan tempur mengenai silsilah kedewanan.


Menilik akan keterpilihannya anggota dewan yang telah dilantik, banyak sebuah tugas yang harus diemban mulai dari peningkatan citra dewan sendiri, yang akhir-akhir ini sangat dekat dengan permasalahan tindak pidana korupsi, begitu lekatnya anggota dewan selama ini telah di cap, bahwasannya keinginan seseorang untuk bisa duduk di kursi dewan hanyalah sebuah eforia semata demi mengumpulkan pundi-pundi kekayaan untuk diri sendiri dan golongan.


Banyaknya permasalahan yang terpampang lebar di Negara ini adalah sebuah pr besar bagi anggota dewan terpilih yang mulai 1 oktober 2009 kemarin telah dilantik, semisal menyoroti permasalahan lingkungan, Negara kita adalah Negara kepulauan, sebuah Negara yang penuh liku nan indah dengan beragam kekayaan alamnya, sehingga sangat potensial untuk dimanfaatkan, serta sangat potensial untuk disalah gunakan, persoalan bahwa perusakan lingkungan adalah sebuah masalah yang harus dinomorsatukan. Tidak ada nilai tawar bagi anggota dewan jika sebuah hutan mengalami pengunngulan dan telah terjadi praktek illegal logging yang hanya menguntungkan segelintir pihak namun akan membuahkan kerugian bagi masyarakat secara luas.


Disinilah sebuah perjuangan yang telah ditanam beberapa bulan demi membuahkan jatah kursi legislative harus berani dibayarkan dengan perjuangan penyelesaian akan persoalan-persoalan, dimana kedepannya pasti akan ditemuakannya sebuah praktik kolusi korupsi dan nepotisme, malu rasanya jika keterpilihan sebagai seorang anggota dewan hanya akan dijadikan sebuah existensi demi menimbun pundi-pundi kekayaan untuk diri sendiri. Dewan perwakilan rakyat bukan sebuah representasi rakyat golongan, namun representasi rakyat bangsa ini, apapun permasalahan Negara ini bukanlah masalah yang penyelesaiannya hanya diembankan kepada para masyrakat sekitar, LSM, atau NGO-NGO yang hanya concern pada topic itu.


Semoga dengan keterpilihan legislative ter-anyar ini mampu merubah secara nyata dan total dari akar sampai pucuknya, ketenangan dan manfaat dari founding father Negara ini dalam memperjuangkannya tidak akan merasa di dholimi oleh generasi kemarin, saat ini, dan esok. Dikursimu rakyat bangsa ini menantikan kesejahteraan dengan terpeliharanya lingkungan secara indah dan nyaman.ANH/REX98



Kamis, 01 Oktober 2009

PADANG TELAH GELAP DENGAN GUNCANGAN 7,6 SR


Belum genap hitungan akan kejadian bencana yang menimpa tasikmalaya dan sekitarnya pada bulan september ini, ternyata indonesia kembali di guncang gempa. Sumatera barat sebuah provinsi yang cukup indah, kemarin rabu (30/09/2009) di guncang dengan gempa berkekuatan 7,6 sr.

Apa sebenarnya yang terjadi di negeri ini, berturut-turut musibah menghantui dan mendampingi, musibah yang sangat cukup dahsayat di sumbar padang itu menghancurkan berbagai bangunan yang ada, dan kabar yang diterima adalah hancurnya sebuah lembaga bimbingan belajar GAMA, yang terletak dikawasan proklamasi, dimana gedung pusat pendidikan ini roboh rata dengan tanah.

Begitu menyedihkan di saat detik-detik pergantian kepemimpinan kepala negara dan para legislatif, Indonesia kembali menerima cobaan, apakah ini hasil dari ketidak perdulian kita terhadap alam raya ini, hanya tuhan yang tau jawabannya.

Terlepas dari ketidakmampuan kita menjaga bumi ini, kepedulian terhadap saudara kita yang mengalami musibah ini juga layak untuk diperhatikan, semoga para pemimpin baru negeri ini akan menyadari betapa ini adalah menjadi sebuah tantangan besar, dan sebuah janji dimana mereka dulu mengucap janji-janji manis dihadapan konstituennya khususnya para legislatif yang berasal dari sumatera barat.

Semoga masyarakat mampu menerima ini dan selalu ingat bahwa alam beserta unsurnya adalah ciptaan yang harus tetap dijaga. Dengan banyaknya peringatan-peringatan yang diberikan akan mampu menyadarkan kita terhadap apa yang pernah kita lakukan dahulu. LINDUNGI, CINTAI, DAN SAYANGAI BUMI KITA. (rex98)






Rabu, 30 September 2009

SEKELUMIT RENUNGAN ALAM

September ceria, sepenggal kalimat yang begitu tidak asing ditelinga kita, ya itu adalah sepenggal kalimat dari sebuah lagu yang begitu enak didengar pada jamannya. Menelaah kalimat itu mengingatkan kita kepada apa yang telah terjadi pada bulan september ini, banyak kejadian yang tak terduga terjadi.

Fenomena yang pantas kita cermati adalah suhu atau iklim pada bulan ini begitu membingungkan, betapa tidak atmosfir di negeri ini begitu panasnya seperti panasnya pertikaian antar elit politik negeri ini. Dijakarta sendiri panas bumi sangat tidak begitu bersahabat.

Dalam hati mungkin kita semua tau dengan isu-isu pemanasan global, mencairnya lapisan es di kutub utara, banyaknya penggunaan gas karbon, meningkatnya penggundulan hutan, semakin tidak perdulinya masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan lainnya.

Sesungguhnya apa yang terpatri di hati masyarakat indonesia ini, begitu susahnya kita untuk perduli terhadap lingkungan, namun kita juga tidak menutup mata bahwasannya banyak juga masyrakat kita yang peruduli terhadap kelestarian lingkungan sekitarnya, namun lagi-lagi apa yang mereka lakukan selalu terhambat pada suatu waktu, dan terhambat pada aturan aturan atau regulasi pemerintah, yang terkadang bukan memihak lingkungan malah membuat lingkungan ini menjadi sebuah lahan yang memang harus habis-habisan untuk di manfaatkan.

Tuhan menciptakan alam ini memang untuk di manfaatkan, akan tetapi sampai detik ini, kita sebagai manusia sangat begitu lalai dalam pemanfaatannya. Sehingga alam pun murka dengan mengeluarkan kekuatannya. Kita sadar dan sangat sadar apa yang terjadi di sekitar kita akan tetapi begitu berat kita berbuat demi bumi ini.

Semoga ingatan-ingatan yang selalu di bangun dalam berbagai tulisan, akan selalu menyadarkan betapa ekosistem bumi ini sangat membutuhkan perhatian, sangat memerlukan pemeliharaan yang berkelanjutan, dan sekali lagi mari kita sadari bahwa hanya membuang sepuntung roko pada tempatnya adalah hal yang begitu mulia, menanam satu bibit pohon adalah sesuatu yang berharga dimasa depan, bagi kita, keluarga kita, anak kita, cucu kita. (rex98)



PERWIRA POLISI, DICOPOT AKIBAT ILEGAL LOGGING DI KALTIM


Paser - Pasca penyitaan 10.333 batang kayu hasil ilegal logging di Desa Lampesu, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser Kalimantan Timur (Kaltim), 2 perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) dan seorang Inspektur Satu di wilayah hukum Polres Paser dicopot. Belum diketahui ada tidaknya keterlibatan langsung mereka terkait kasus tersebut.

"Telegram rahasianya sudah turun," kata Kapolres Paser AKBP Hery Sasongko
kepada detikcom di Mapolres Paser, Selasa (29/9/2009).

Ketiga perwira itu adalah Kapolsek Paser Belengkong AKP Sugeng Irianto, Kapolsek Muara Samu serta Kasat Intelkam Polres Paser Iptu Budi
Irianto. Ketiga perwira tersebut dipindahkan tugas dan tanggungjawabnya di
Markas Polda Kaltim Jl Syarifudin Yoes, Balikpapan.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Rudi Pranoto ketika dikonfirmasi
detikcom menjelaskan, ketiga perwira tersebut dinilai tidak menjalankan tugas sebagai anggota Polri sebagaimana mestinya.

"Mestinya mereka bisa cepat tahu kalau memang ada kegiatan itu (pembalakan
liar)," kata Rudi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (29/9/2009) malam.

Telegram Rahasia (TR) pencopotan ketiganya, memang sudah diturunkan dan
tinggal menunggu eksekusi. Menurut Rudi, ketiga perwira tersebut juga
seharusnya bisa mengetahui aktivitas pergerakan pergerakan alat berat menuju lokasi di Desa Lampesu, Kecamatan Paser Belengkong,

"Pokoknya mereka (ketiga perwira) harus bisa melakukan deteksi dini,"
pungkas Rudi.
(mad/mad)

DI AMBIL DARI DETIK.COM

Jumat, 14 Agustus 2009

The Copenhagen Climate Summit



Kepada Presiden Obama,

Sebagai warga Asia Tenggara, wilayah yang paling rentan dan paling tidak siap menghadapi bencana perubahan iklim, saya menyuarakan kepada Anda untuk secara pribadi hadir pada Konferensi Perubahan Iklim PBB di Copenhagen pada bulan Desember ini, dan mendesak lahirnya suatu keputusan yang akan mengubah masa depan umat manusia.

Bahkan ketika saya menuliskan surat ini, beberapa bagian dari wilayah kami sedang mengalami dampak terburuk dari cuaca ekstrim, angin topan, banjir, kebakaran hutan, dan kekeringan. Perubahan iklim mengakibatkan sebagian besar wilayah kami tidak layak untuk pertanian, sementara kelangkaan air bersih untuk air minum dan irigasi akan menyerang jutaan masyarakat kami di tahun-tahun mendatang.

Kenyataan dan laju perubahan iklim jauh melampaui apa yang pernah kita pikirkan sebelumnya. Satu-satunya jalan untuk membalikkan keadaan ini adalah menurunkan emisi secara cepat dan drastis. Sumbangan terbesar wilayah ASEAN bagi upaya penurunan emisi global adalah dengan menjamin adanya perlindungan hutan-hutan alam kami yang tersisa.

Bapak Presiden, kami berharap Anda berkomitmen untuk melakukan kewajiban penurunan emisi drastis yang mengikat secara hukum, dan dalam kurun waktu yang ditetapkan, yang adil dan setara pada pertemuan Copenhagen. Tapi kami juga ingin Anda membuktikan perkataan Anda dengan adanya dana yang dibutuhkan bagi perlindungan hutan alam kami yang sangat kaya dan menciptakan revolusi energi, dan di saat yang sama membantu pemenuhan kebutuhan rakyat dunia yang miskin.

Salam hormat

Berikan Dukungan Anda Dengan KLIK DISINI

Senin, 20 Juli 2009

Indonesia Berkabung



Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur saudarakau
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri

Siapakah kini plipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati

Reff :
Telah gugur saudaraku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh sribu
Tanah air jaya sakti

---------------------------------------------------------------------------------------------

Lagu ini kami coba rubah sedikit kata-kata pahlawannya, demi mengenang dan memberikan semangat terhadap bangsa terhadap serangan bom bunuh diri di Ritz Carlton dan JW Mariot Hotel, agar tetap utuh dan tidak saling menuduh satu sama lain. Bersatulah kita semua dalam NKRI.


Minggu, 21 Juni 2009

DIALEKTIKA SEDIH PEMILU CAPRES 2009

Tinggal beberapa hari lagi, pemilihan calon pemimpin bangsa akan digelar, detik-detik terakhir sepak terjang para calon dan tim nya kian memanas. Banyak komentar positif dan banyak juga komentar negatif, semua pasangan memang mempunyai kriteria masing-masing dan saling menunjukkan nilai lebihnya. Dilain pihak para tim sukses juga mati-matian saling mengunggulkan calon calon mereka, bahwa yang mereka jagokan adalah yang paling layak untuk memimpin bangsa ini.

Sebagai warga biasa, dan hanya bisa menyumbangkan tulisan melalui personal blog ini, penulis sedikit mengamati apa yang terjadi belakangan ini. Banyak pertanyaan muncul dibenak ini, ketika bermacam-macam slogan dan jargon dilempar ke publik, banyak hal-hal yang jadinya terlihat sangat lucu, sehingga memperlihatkan kapabilitas para calon itu sangat rapuh.

Akankah pemilu ini akan terlihat manis seperti yang terjadi di negara adi daya, dimana ketika kita berkaca atau berkiblat sejenak kesana, terlihat sekali begitu tingginya sportifitas yang dibangun antar calon kandidat, begitu menghargai antara satu dan yang lain.

Mengapa dinegara yang begitu besar ini, nilai kesombongan itu begitu tinggi untuk ditancapkan dan begitu bangga untuk dilontarkan kepada masyarakat, ada calon yang mengatakan bahwa aceh damai karena si A, jembatan suramadu si B yang menancapkan tiang pertamanya, calon C yang membudayakan PNS untuk memakai batik, semua calon pernah menjadi bawahan si D, lapindo tidak selesai-selesai penanganannya karena pemerintahan si F, dan lain sebagainya.

Melihat fenomena itu, sebenarnya APAKAH PARA CALON INI IKHLAS ENGGA YA membangun bangsa ini, apakah hal-hal yang pernah dilakukan yang kesemuanya adalah untuk rakyat harus di AKU AKUIN, apakah ini nilai-nilai dari seorang pemimpin. Apakah memang nilai ke IKHLASAN tidak pernah dibangun dalam hati mereka. Dan apakah ketika para calon ini kalah nantinya akan IKHLAS juga mengakui kekalahannya dari calon yang lain, kayaknya perasaan itu akan jauh sekali dari mereka, dan yang ada hanyalah sebuah cercaan, wah si A main curang, si B melakukan penggembosan, dan apalah lainnya.

Sungguh sedih melihat para calon yang berkampanye ternyata seperti ini, bukan bicara detail mengenai penuntasan masalah bangsa, namun selalu terjebak kepada wacana ""saya yang telah melakukan ini dan itu"". Sudah jelas bahwasannya para calon yang sekarang, dulunya pernah memimpin dan berkuasa di jagat bumi indonesia ini, namun sudah bukan pilhan rakyat lagi dikemudian hari.

Akan tetapi kenapa janji-janji muluk yang mereka lontarkan saat ini, tidak mereka kerjakan waktu mereka menjabat sebagai pemimpin dulunya, dan ketika mereka kalah mereka akan selalu menyalahkan yang menang, itu membuktikan bahwa ketika calon yang kalah adalah bukan pilihan terbaik untuk negeri ini, dan rakyat sudah sadar bahwa mereka hanya ucap janji manis. Dan kesadaran pemimpin kita terhadap kasus-kasus masa lalunya seolah-olah dianggap sebuah cerita sandiwara belaka yang menurut mereka adalah DIALEKTIKA HIDUP (rakyat hanya untuk dimainin).

Kenapa kita pernah memimpin kemudian ikut kembali pada proses pemilu kemudian tidak terpilih oleh rakyat, tidak mau menyadari bahwa rakyat sudah tidak menginginkan kembali kepemimpinannya, apakah memang sebuah kekuasaan itu sangat nyaman, dan memang KEKUASAAN CENDERUNG KORUP dan MENUTUP MATA BATIN KITA, sehingga layak untuk dipertahankan.

Semoga kesadaran akan terbangun, dan mata batin akan terbuka bahwa rakyat lah yang menentukan, pilihan rakyatlah yang harus dijaga, bukan mempermasalahkan kekalahan hanya karena sebuah KEKUASAAN. Simple saja penulis ingin mengingatkan KALAU KITA KALAH ya sudah AKUI KEKALAHAN, KALAU ADA LAWAN MENANG ya KITA UCAPKAN SELAMAT.

Selamat memilih calon pemimpin INDONESIA 2009-20014, jangan kacaukan dengan kesan-kesan yang tak berpendidikan.

salam bumi.(arex98)
Freelance Jobs